Kegiatan
yang berlangsung selama 1 jam setengah ini, diisi dengan hal-hal yang
membangkitkan kebersamaan dan semangat untuk terus berkarya dan memberikan
dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Setelah pembacaan Al-Qur’an,
dilanjutkan dengan bertanya kabar dan sharing tentang literasi yang disampaikan
secara bergantian.
Semangatpun
semakin tumbuh, ketika setiap anggota yang hadir diberikan kesempatan untuk
membaca buku yang sudah dibawa, selama 15 menit. Setelah selesai membaca,
setiap anggota memberikan insight dari bahan bacaan yang sudah dipahami. Salah
satu insight yang disampaikan oleh Mba Wahyu ialah tentang pendidikan, “Bahwa
dalam sebuah pendidikan, tidak cukup hanya sekedar melibatkan dan memberi
arahan dengan kalimat perintah, melainkan perlu adanya penanaman kesadaran yang
utuh pada setiap orang, terutama anak-anak, agar ketika anak-anak melakukannya,
ia paham dan sadar apa yang dilakukannya bukan hanya untuk memenuhi perintah
yang ia dapatkan, melainkan ia paham
mengapa ia harus melakukan. Karena seseorang yang memiliki kesadaran dan
pemahaman yang utuh, karakter yang dibentuk pada dirinya akan lebih tahan lama dan
kuat.
Setiap
anggota sangat antusias menyimak bahan bacaan yang disampaikan secara lisan.
Mba Nurul Izzati juga kembali menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai
madrasatul ula dalam sebuah keluarga. “Sebagai seorang perempuan, kita perlu
memahami peran secara menyeluruh, aqidah adalah pondasi untuk kita memperkuat peran
kita di keluarga dan masyarakat”, tambah Mba Widi. “Semangat untuk terus
memperbaiki diri adalah modal agar kita tetap istiqomah di bulan Syawal dan
bulan-bulan selanjutnya”, tambah Syela.
Literasi adalah napas pergerakan peradaban, sebagaimana Baghdad yang pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan kebangkitan peradaban, yang dimulai dengan pena. Maka pada momen halalbihalal, FLP Batam mengukir pertemuan dengan meminta setiap anggota menulis dan saling bertukar quotes sesama anggota FLP. Kegiatanpun ditutup dengan doa dan foto Bersama.


Comments
Post a Comment