Dokumentasi Pribadi: Malam 21 Ramadan Takut dan Harap Karya: Nurul Izzatul Islam Suryajaya Jantung berdetak tak seperti biasanya Ku ingat perasaanku malam itu Kualirkan air, kubasuh dengan kehati-hatian dahiku berkerut, sudut bibir kaku menahan agar tidak terbuka Wajah ini kaku, mulut pun masih tidak terbuka, dahi kembali berkerut. Namun…mata seakan berkata “I’m okay, I’m fine” Air mengalir ke tangan sampai siku, kepala dan telinga Lagi.. aku memastikan semua sisi terbasuh dengan sempurna. Aku melangitkan doa Memohon pada-Nya agar menjadi orang-orang yang bertaubat menyucikan diri, dan meluaskan kebaikan. Sajadah yang terbentang dalam sujudku Kutambah lagi empat rakaat dalam salat mulutku mulai terbuka setiap kata, kalimat dan bacaan yang terurai kunikmati perlahan meresap syahdu dalam hati dan tiap gerakan salat Kumohonkan lagi doa pada-Nya Meski bibirku masih kelu Dahiku belipat, sudut bibirku ...
Dokumentasi pribadi: Malam 21 Ramadan Berharap Maghfirah Karya: Dewi Pratiwi Doa-doa yang saling bersahutan di langit-Nya Menitipkan harapan, cinta dan kasih sayang agar tetap direngkuh dalam naungan ridho-Nya Allah… dalam derap langkah dipenghujung Ramadan malam-malam mulia dan bertabur keberkahan menyingkap satu persatu janji kebenaran tentang malam lailatul qadr kedamaian dan ketenangan yang Engkau hadirkan akankah aku satu dari bermiliyaran hamba-Mu yang merasakannya? Ampuanan yang Engkau berikan pada setiap jiwa yang tak henti memohon Allahumma innaka ‘afuwwun Tuhibbul ‘Afwa fa’fuanni