Takut
dan Harap
Karya:
Nurul Izzatul Islam Suryajaya
Jantung
berdetak tak seperti biasanya
Ku
ingat perasaanku malam itu
Kualirkan
air, kubasuh dengan kehati-hatian
dahiku
berkerut, sudut bibir kaku menahan agar tidak terbuka
Wajah
ini kaku, mulut pun masih tidak terbuka, dahi kembali berkerut.
Namun…mata
seakan berkata “I’m okay, I’m fine”
Air
mengalir ke tangan sampai siku, kepala dan telinga
Lagi..
aku memastikan semua sisi terbasuh dengan sempurna.
Aku
melangitkan doa
Memohon
pada-Nya agar menjadi orang-orang yang bertaubat
menyucikan
diri, dan meluaskan kebaikan.
Sajadah
yang terbentang dalam sujudku
Kutambah
lagi empat rakaat dalam salat
mulutku
mulai terbuka
setiap
kata, kalimat dan bacaan yang terurai kunikmati perlahan
meresap
syahdu dalam hati dan tiap gerakan salat
Kumohonkan
lagi doa pada-Nya
Meski
bibirku masih kelu
Dahiku
belipat, sudut bibirku turun
Rabb
Aku ingin bicara
menceritakan
semua yang terjadi dan mungkin terjadi.
mataku
masih seterang sore hari
aku
sadar bahwa jantungku belum lama tersambar kilatan tajam yang belum pernah
terjadi sebelumnya
Aku
takut
Tapi
hatiku penuh harap akan kedamaian
aku
berserah kepada-Nya sang maha berkehendak
Apakah
esok mataku akan terbuka lagi atau tidak?
Pinta
yang terus kumohonkan, sungguh hanya kepada-Mu aku bersndar harap
Hilangkan
rasa takut yang tak beralasan
Kupejamkan
mata, dan harapku masih sama
Ya
Rabb, ampuni dosaku
“Allāhumma innaka 'afuwwun karīmun tuhibbul
'afwa, fa'fu 'annī.

Comments
Post a Comment