Skip to main content

Takut dan Harap

 


Dokumentasi Pribadi: Malam 21 Ramadan

Takut dan Harap

Karya: Nurul Izzatul Islam Suryajaya

 

Jantung berdetak tak seperti biasanya

Ku ingat perasaanku malam itu

Kualirkan air, kubasuh dengan kehati-hatian

dahiku berkerut, sudut bibir kaku menahan agar tidak terbuka

 

Wajah ini kaku, mulut pun masih tidak terbuka, dahi kembali berkerut.

Namun…mata seakan berkata “I’m okay, I’m fine”

Air mengalir ke tangan sampai siku, kepala dan telinga

Lagi.. aku memastikan semua sisi terbasuh dengan sempurna.

 

Aku melangitkan doa

Memohon pada-Nya agar menjadi orang-orang yang bertaubat

menyucikan diri, dan meluaskan kebaikan.

 

Sajadah yang terbentang dalam sujudku

Kutambah lagi empat rakaat dalam salat

mulutku mulai terbuka

setiap kata, kalimat dan bacaan yang terurai kunikmati perlahan

meresap syahdu dalam hati dan tiap gerakan salat

 

Kumohonkan lagi doa pada-Nya

Meski bibirku masih kelu

Dahiku belipat, sudut bibirku turun

Rabb Aku ingin bicara

menceritakan semua yang terjadi dan mungkin terjadi.

mataku masih seterang sore hari

aku sadar bahwa jantungku belum lama tersambar kilatan tajam yang belum pernah terjadi sebelumnya

Aku takut

Tapi hatiku penuh harap akan kedamaian

aku berserah kepada-Nya sang maha berkehendak

Apakah esok mataku akan terbuka lagi atau tidak?

Pinta yang terus kumohonkan, sungguh hanya kepada-Mu aku bersndar harap

Hilangkan rasa takut yang tak beralasan

 

Kupejamkan mata, dan harapku masih sama

Ya Rabb, ampuni dosaku

 “Allāhumma innaka 'afuwwun karīmun tuhibbul 'afwa, fa'fu 'annī.

Comments

Popular posts from this blog

FLP Batam dan Kepri Gelar Lapak Baca, Mendongeng dan Pelatihan Jurnalistik di Pelataran Mesjid Raja Hamidah

  Batam – Forum Lingkar Pena Cabang Batam dan Kepri sukses menyelenggarakan kegiatan Lapak Baca yang diiringi dengan kegiatan mendongeng dan pelatihan jurnalistik pada hari Minggu, 22 Februari 2026, pukul 16.15 di pelataran Mesjid Raja Hamidah, Batam Center. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan Milad ke-29 FLP. Kegiatan ini mendapat perhatian baik dari masyarakat yang berkunjung dan pengurus Mesjid Raja Hamidah yang mensupport kegitan ini. Diawali dengan lapak baca, lebih dari 30 pengunjung yang silih berganti mendatangi lapak baca dan memilih duduk santai sambil meramu tiap aksara yang ada pada lembar buku yang dibaca. Lapak baca merupakan kegiatan rutin yang sudah dicanangkan FLP Batam, sebagai wadah untuk memfasilitasi minat baca masyarakat, menumbuhkan serta menguatkan literasi masyarakat melalui cinta buku. Sebagai upaya serius dalam membersmai masyarakat bertumbuh, kegiatan mendongeng juga menjadi perhatian besar untuk menyentuh kalangan anak-anak yang masih membutuhkan...

SUSUNAN PENGURUS FORUM LINGKAR PENA CABANG BATAM TAHUN 2026-2028

Ketua               : Dewi Pratiwi Sekretaris 1      : Nurul Izzatul Islam Suryajaya Sekretaris 2      : Syella Zahra Bendahara        : Juwartia Ningsih   Divisi Kaderisasi Ketua               : Yulianto Wakil Ketua     : Jamalianda Sahputra Anggota          : 1. Fakhri Fathurrahman Zain                           2. Rio Sayuti   Divisi Humas dan Media Ketua               : Tsabit Abdurrahman Yahya Ayyasy Sind Wakil ketua      : Faadhilah Fauzah Hanun Anggota       ...

Atuk & Wasiat Ulemu Basi

  Atuk & Wasiat Ulemu Basi Karya: Rio Sayuti Divisi Kaderisasi FLP Cabang Batam Angin malam berhembus perlahan, menyelusup di antara celah-celah dinding papan, menggoyangkan tirai lusuh yang telah lama dimakan usia. Malam itu Nagari Paru, seolah berselendang kabut dan dingin. Di sudut ruangan yang temaram, lentera minyak tanah bergoyang ditiup angin malam, cahayanya melambai-lambai di atas meja kayu yang ada di depan jendela tua. Di sanalah Atuk duduk, seperti malam-malam sebelumnya, membetulkan jam-jam tua yang rusak. Jarum-jarum waktu ia benahi dengan cermat, seolah sedang memperbaiki kenangan yang terserak. Kadang, di sela pekerjaannya, ia tenggelam dalam lembaran buku yang setia menemaninya, kitab-kitab lama, hikayat, atau tafsir yang ia pelajari dengan tekun, seakan mengejar sesuatu yang dulu luput dari genggamannya. Atuk begitu aku memanggilnya lelaki yang kala itu telah lebih tujuh puluh tahun usianya. Tubuhnya mulai renta, rambutnya memutih seperti kapas, t...